Monday, April 18, 2016

Perbedaan DHCP DAN BOOTP


Alamat IP (IP Address; sering disingkat IP) adalah angka 32-bit yang menunjukkan alamat dari sebuah komputer pada jaringan berbasis TCP/IP.
Pengalamatan IP address
  • lIP Statis 
konfigurasi IP secara Manual
• Permanen
• Temporer
  • lIP dinamis
Konfigurasi IP Oleh Komputer Server melalui Jaringan Komputer




Kebutuhan Konfigurasi IP Secara dinamis, karena beberapa hal :
1. Jaringan yang berkembang dinamis
2. Host datang dan Pergi
3. Perubahan ISP akan berpengaruh pada perubahan IP Public

Kelebihan jika menggunakan IP dinamis:
1. Tidak perlu setting IP satu persatu ke komputer yang terkoneksi seluruh komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP.
2. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan seperti default gateway dan DNS server.


PENGERTIAN DHCP
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah Suatu layanan yangmengatur secara otomatis pemberian IP address, Netmask, Gateway dan beberapa parameter yang dibutuhkan kepada komputer yang memintanya untuk dapat terkoneksi dengan jaringan.
Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.
DHCP akan memberikan satu alamat IP dan parameter-parameter konfigurasi lainnya kepada client. Jika suatu host on, dia akan meminta ke DHCP untuk diberikan satu alamat yang masih kosong berikut konfigurasi lainnya yang perlu. Tapi dari mana dia bisa tahu alamat DHCP server. Proses DHCP meliputi beberapa tahap:
  • Identifikasi DHCP server
  • Meminta IP
  • Menerima IP
  • Memutuskan untuk menggunakan IP
PERBEDAAN DHCP DAN BOOTP
  •  BOOTP tidak punya waktu sewa (infinity), sedangkan DHCP punya waktu sewa
  •  Binding/lease (kumpulan 1 IP dan 1 client)
  •  Pada DHCP Client menyewa dalam waktu tertentu, Jika waktu habis harus menyewa kembali.
  •  50% dari waktu sewa harus memperbaharui sewa (renewing). Jika unsuccessfull, maka client akan continue sampai 75% waktu sewa, client berusaha release lagi, jika tidak berhasil berusaha sampai 87.5%, jika tidak berhasil dia akan mulai mencari DHCP Server baru untuk menyewa, jika tidak ditemukan IP dipakai sampai waktu sewa habis.
  •  Dua timer pada DHCP :
    • Renewing (T1)
    • Rebinding (T2)
  • T1 ditentukan terlebih dahulu
  • T1 : ½ T2
KELEBIHAN DHCP
  • Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server.
  • DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain,sehingga mencegah terjadinya IP conflict.DHCP ini didesain untuk melayani network yang besar dan konfigurasi TCP/IP yang kompleks.
  • DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang reusable, artinya alamat IP tersebut bisa dipakai oleh client yang lain jika client tersebut tidak sedang menggunakannya (off).
  • DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.
  • Menghemat tenaga dan waktu dalam pemberian IP.
KEKURANGAN DHCP
  • Semua pemberian IP bergantung pada server, maka dari hal itu jika server mati maka semua komputer akan disconnect dan saling tidak terhubung
  • Komputer yang memerlukan IP address permanen bisa saja dimatikan dan hal itu membuatnya kehilangan IP address nya dan IP address tersebut bisa digunakan oleh komputer lainnya. Ini bisa berakibat pada masalah kesulitan mencari service yang ada pada jaringan dan juga resiko pada masalah keamanan.
  • Jika pemberikan IP address ini harus diberikan dengan mengikuti suatu range tertentu, maka hal ini akan menimbulkan masalah karena kita harus menentukan range-nya pada masing-masing komputer. Ini akan bisa mengakibatkan terjadinya hidden configuration error dan kesulitan dalam mengganti range-nya di kemudian hari.
Komunikasi antara DHCP Server dengan DHCP Client

Meliputi : 
•DHCP Discover; 
•DHCP Offer; 
•DHCP Request, dan 
•DHCP Ack.

CONTOH PRAKTIKUM

Pertama-tama masuk ke super user-> su -
password : centos6

masuk ke vi /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0
keluar kemudian save :wq!

Kemudian ketik service network restart...

nb : klik gambar untuk memperbesar :)

1 comment: